Penyempitan semantik, mengeja aksara
Kebutaan aksani di tengah generasi
Gagap sasmita, gagal mengunyah grahita
Ratusan tajuk dimamah awam setiap hari
Pulangkan religiusitas literasi ke khitahnya
Nyalakan lentera tradisi, membaca manuskrip tebal
latihlah jemari sebagai baluarti pemikiran
ugeran utama untuk mengawal kebenaran
Kini realitas mengalami distorsi akut
Ruang labirin penuh dusta bersolek gincu
Pariwara rupa dipoles menutupi pualam cedera
Pandangan awam terkurung altar gading yang sunyi
Kita netra menolak swatantra, menembus pujut halusinasi
Merekam keringat kupak yang bercucuran
Perlahan terkikis oleh angkara keserakahan
Menolak buram, tampil saksama, sahih, benderang
Kebenaran sempal di paruh perjalanan
Bersiap meniti sula dan onak yang tajam
Diredam di palung senyap, ditenggelamkan perundungan
Insubordinasi nurani tercekam oleh rasa takut
Di tangan ada sembilan kalam atau ketikan jemari
Suara parau gemetar, membawa gentar yang bahana
arkaisme dusta diruntuhkan torehan tinta
Jeritan akar menyeret, berdiri sekokoh karang
Penulis : Fina Yata Lailatul Izzah ( Bangkalan, Pemenang lomba juara 1 Puisi Se-Madura yang diselenggarakan oleh LPM ALIF STAMIDIYA)
Penanggung Jawab: Nur Azizah (PU LPM ALIF )